
|
#5 Malioboro Street
6/16/2012 @ 9:05 PM | 0 Comment [s]
We already know that Indonesia
has got many various cultures. Of course it makes Indonesia has many cultural
places where become tourists’ destination. I am going to talk about one of
cultural places that Indonesia has, Malioboro Street. It is not a building, it
just only a street in Yogyakarta. But you have to know, Malioboro is packed. It
is filled by many shops where selling many stuffs, such as accessories, cloths
and all of the cultural stuffs. I have been there a few years ago but I didn’t take
any photos, well I don’t have photos to share to you. But Malioboro seems to be
like this.
I would say that I love this place;
it is so cultural and traditional. As you can see, there is also some
traditional transportation. There are Becak and Dokar. Becak is one of
traditional transportation in Java; it has three wheels and ride through pedal
like cycling. Dokar is also as traditional transportation; actually it is also
called by many names such as, Delman, Kereta Kuda. Basically it seems to be a
princess train in the children story, it is withdrawn by horse(s) and the driver
who controls the train and the horse is called Kusir. it is not only there are traditional transportation on Malioboro but Malioboro also has traditional foods sellers and singer or group traditional who show up in around Malioboro street. Malioboro is as important
object for Yogyakarta tourist, you might not be said that you have ever visited
Yogyakarta unless you would not visit this place; it is so iconic of
Yogyakarta. I have mentioned above about traditional transportation, if you
want to go looking around to see how cultural Yogyakarta is, you can take dokar
or becak – the riders would take you to around. It would be fascinating!
Label: Kepariwisataan, Tugas #4 Monumen Nasional
3/02/2012 @ 11:02 PM | 0 Comment [s]
Another object tourism in Indonesia is Monumen Nasional or commonly known as Monas. Placed in capital city of Indonesia, central Jakarta - has been one of such a favorite object to be visited. Ever day Monas is visited by so many people from different areas. They think if they come to Jakarta is not complete enough without visiting Monas. It seems to be true because Monas is kinda symbolic of Indonesia. I found an interesting way to visit this place - on Sunday! Lots and lots of people would come to enjoy their free day because Monas has a huge park that should be enjoyable to spend our weekend. Many people just walking around, cycling or flying-kites instead. As a metropolitan city - Jakarta has incredibly busy people and sometimes they need some free place to freshen their life and Monas is the answer! Sunday morning at Monas should be fascinating. As we can see Monas is topped by flame covered with gold foil and has a 433 feet - it makes the building so wonderful. Indonesian is very proud of because not only the building is great but also Monas has a huge historical of Indonesia. And I often see that Monas is one of the study-place for many schools to do their student's study tour. A couple month ago my friends and I visited this place - not really purpose but just walked around but still fancy because Monas has always been amazing. When I said visiting Monas would be great on morning but then I found another time - at night! Yeah pretty sure that Monas at night is very great. Although it wasn't predictable I stayed up till night but yeah it was great! Each place that we visited would left a different story or experience and Monas does too. Monas takes me on different experience in every single time I visit it. Okay recommended to all of you that want to take away of the crazy Jakarta then visit and enjoy the Monas. Well explore the Jakarta's extraordinary things! Good Luck Label: Kepariwisataan, Tugas #3 China Town
3/01/2012 @ 9:44 PM | 0 Comment [s]
Ketika mendengar kata pariwisata, langsung terpikir di pikiran 'OMG tempat pariwisata mana yang harus di kunjungi di Indonesia' - karena begitu banyak tempat-tempat wisata yang patut dikunjungi di tanah air kita ini. Memosting tugas dengan kerealitisan seorang mahasiswa dengan 'kantong' yang se'adanya, sepertinya tempat wisata yang dikunjungi enggak terlalu jauh dan masih di dalam kota. Jujur ini bukan pengalaman pertama mengunjungi tempat ini, yaitu Kampung Cina - Cibubur, Jakarta Timur. Tapi yang menjadikan pengalaman ini spesial adalah bersama beberapa teman kampus yang pada saat itu 'cabut' kuliah. Okay baiklah saya enggak bahas tentang 'cabut' itu - you know studying sometimes is a bit boring! haha sorry for that...
Baiklah, Kampung Cina yang saya kunjungi ini tempatnya enggak terlalu jauh, masih didalam kota tepatnya Timurnya Jakarta. Sama seperti namanya - kampung ini dipenuhi pernak-pernik tentang Cina. Khususnya tempat ini akan sangat ramai sekali ketika ada perayaan-perayaan masyarakat Cina, seperti Imlek. Ketika perayaan ini berlangsung, Kampung Cina menjadi seratus kali lipat lebih ramai dibandingkan hari biasa, bukan hanya semua toko pernak-pernik Cina membuka semua lapaknya tapi juga ada atraksi Barong Sai - kesenian asli dari Cina. Saya sempet bilang kalo ini adalah kota merah, yaa karena semua keseruan yang ada disana berwarna merah - warna tradisi dari perayaan Imlek. Namun sayangnya ketika saya berkunjung kesana, tidak dalam perayaan Imlek jadi atmosfer Cina nya tidak seramai kalo ada perayaan tapi tetap saja nuansa Cina nya sangat kental. Masih banyak toko-toko yang buka, kantin dan juga permainan air. Tempat yang cocok juga untuk berlibur bersama satu keluarga - karena harganya pun enggak terlalu mahal hanya saja ketika mau mencoba permainan air kita harus membayar ekstra. Bukan hanya di Kampung Cina nya sendiri yang menarik untuk dikunjungi tapi juga area-area di sekitar Kampung Cina. Oya jadi Kampung Cina ini terletak di Kota Wisata, sebuah perumahan elite bergaya Eropa yang sering menjadi tempat syuting sinetron-sinetron Indonesia. Makanya tempatnya bagus dan banyak view yang okay untuk berfoto ria. Satu lagi alasan yang okay untuk mengunjungi tempat ini. Secara tempat dan biaya okay lah tempat ini dijadikan tempat untuk mengakhiri akhir pekan, banyak juga pasangan-pasangan muda atau tua yang berkunjung atau sekedar jalan-jalan. Well lumayan direkomendasikan deh tempat ini buat sekedar jalan-jalan yang enggak perlu mengeluarkan uang banyak - pas untuk kantong mahasiswa! Label: Kepariwisataan, Tugas #2 Museum Bank Indonesia
@ 2:23 PM | 0 Comment [s]
Kalo melihat postingan sebelumnya merekomendasikan tempat wisata kota tua, kali ini masih di daerah kota Jakarta yang juga enggak jauh dari kota tua - yakni Museum Bank Indonesia. Mendengar namanya 'museum' pasti kita langsung membayangkan hal-hal yang kuno, jujur awalnya pun saya seperti itu. 'Oh museum, okay ada hal kuno apa disana?' tapi ternyata ketika datang kesana mindset itu seratus delapan puluh derajat berubah drastis. Museum Bank Indonesia ini enggak terlihat seperti museum yang ada kebanyakan, mungkin bangunannya memang terlihat etnic tapi setelah masuk kedalam semuanya terlihat sebegitu modern-nya sama seperti di mall-mall kebanyakan. Sangat recomended untuk yang mau mengenal perjalanan uang di Indonesia tapi tetep dengan koridor yang modern. Ketika masuk langsung disambut dengan pengamanan yang cukup longgar saat itu, karena memang hari kerja. Semua tas dititipkan di tempat penitipan yang sudah disediakan. Hanya kamera yang boleh dibawa dan itu pun hanya beberapa tempat yang boleh untuk difoto. Selain melalu pemeriksaan juga harus mengisi buku pengunjung, karena saat itu saya berdua dengan teman saya, jadi perwakilan teman saya pun sudah mewakili dari almamater kami. Okay saat mulai masuk museum kami langsung disuguhkan grafik-grafik dua dan tiga dimensi dalam layar besar - sebuah penyambutan yang cukup memukau untuk ukuran museum. Melusuri koridor demi koridor banyak patung-patung yang menceritakan tentang perputaraan uang saat itu, ada juga miniatur-miniatur aktifitas di Bank juga pada masa itu. Semuannya tertata rapi dan ada penjelasan disetiap patung atau miniatur dengan dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Sangat bagus untuk yang berkeliling sendiri tanpa guide tapi masih bisa mengetahui semuanya yang dipamerkan dimuseum itu. Ruangannya pun terasa sangat nyaman karena full dengan AC jadi enggak usah khawatir kepanasan atau keringetan. Museum Bank Indonesia juga enggak hanya memperkenalkan rupiah dari masa ke masa juga memperkenalkan mata uang dunia lainnya, seperti; dollar, poundsterling, yen dan masih banyak lagi yang lainnya. Menuju luar pun terasa sejuk karena banyak pepohonan yang besar untuk menghalang langsung teriknya matahari - juga tersedia money-board yang dengan leluasa kita bisa berfoto di lubang yang disediakan di money-board tersebut. Dari keseluruhan yang terdapat di museum Bank Indonesia, rasanya cukup mewakili bagaimana perjalanan rupiah di Indonesia. Bahkan enggak hanya Indonesia saja, seperti yang disebutkan diatas mata uang negara lain pun dibahas di museum yang baru diresmikan oleh presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2009. Label: Kepariwisataan, Tugas #1 Old Town of Djakarta
@ 12:33 PM | 0 Comment [s]
Sebagai pusat kota, Jakarta memiliki sejuta pesona yang tak kalah dibandingkan dengan kota-kota besar di dunia. Kota yang sering dibilang sebagai kota metropolitan ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pelancong tempat wisata. Banyak beberapa tempat di Jakarta yang tidak seharusnya dilewatkan bagi para pelancong atau bahkan turis-turis asing. Sebagai negara yang pernah dijajah oleh Belanda - tentunya masih memiliki beberapa peninggalan-peninggalan pada masa kolonial tersebut yang layak untuk diexplore lebih dalam. Sebut saja kota tua, yang terletak di kota Jakarta. Tempat yang dulunya sebagai pusat pemerintahan kolonial Belanda ini - kini menjadi objek wisata. Bukan hanya bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang masih kokoh berdiri tegak disana namun ada juga beberapa museum yang merefleksikan tentang seperti apa pada masa itu. Seperti di salah satu museum yang ada di kota tua, museum Fatahilah. Di museum inilah para pemberontak atau pelanggar hukum di hukum dan dipenjarakan dibawah tanah. Tapi sayang ketika saya berkunjung kesana, saya tidak memiliki kesempatan untuk memasuki penjara bawah tanah yang gelap dan lembab itu.Selain itu masih ada beberapa musuem di sana - masih di tempat yang sama yang tidak jauh dari museum Fatahilah, terdapat museum Wayang. Mungkin ini salah satu jadi daya tarik turis-turis asing untuk mengunjungi kota tua ini. Di museum Wayang kita akan diperlihatkan beberapa jenis wayang dari beberapa daerah di Indonesia. Hal yang menarik bagi para pelancong asing untuk mengenal seperti apa alat kesenian tradisional Indonesia ini. Selain beberapa museum yang terdapat di kota tua, terdapat juga Kafetaria yang juga tidak terlepas dengan interior Belanda. Pada intinya kota tua ini bisa dibilang sebagai kota Belanda mini. Dengan melihat-lihat peninggalan Belanda dan semcamnya rasanya kurang complete kalo kita enggak mencoba langsung menjadi 'orang Belanda' - Menjadi 'orang Belanda' bukan berarti enggak Indonesia. Yaa selain disana disuguhkan atmosfer Belanda, kita juga di'pinjamkan' alat yang dulu orang Belanda sering lakukan - bersepeda! Yaa disana banyak penyewaan-penyewaan sepeda kuno plus dengan topinya - seperti halnya nona-nona Belanda pada masa itu. Cukup menyenangkan bisa berkeliling di Park kota tua dengan bersepeda - seperti orang Belanda. Salah satu teman saya mencoba mengendarai sepeda yang disewanya sebesar Rp 15.000 (kurang lebih) karena sudah cukup lama saya lupa berapa kisaran penyewaan sepeda disana. Over all dari keseluruhan tempat ini cukup layak untuk dikunjungi di akhir pekan atau mungkin wisata malam kota tua akan lebih sangat menyenangkan. Dan saran untuk semua pelancong wisata kota tua, jangan buang sampah sembarangan. Karena masih banyak disudut-sudut jalan sampah berserakan. Jajan dan menikmati kota tua di Jakarta sah-sah saja tapi juga harus menjaga kebersihannya. Biar semua terlihat bagus dan bersih - well nantinya akan lebih banyak lagi turis-turis lokal maupun internasional berdatangan ke Jakarta khususnya kota tua. Enjoy Jakarta! Label: Kepariwisataan, Tugas Wisata di Kota Tua
1/09/2012 @ 10:31 PM | 0 Comment [s]
Kota tua yang terletak di pusat Jakarta sebagai primadona masyarakat Jakarta untuk berwisata di malam hari. Kota tua yang sarat akan peninggalan zaman Belanda menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung. Mungkin sebagaian orang hanya pernah mengunjungi kota tua di siang atau sore hari tapi sebenarnya suasana kota tua akan terlihat lebih indah pada malam hari. Bukan hanya berjalan-jalan mengelilingi kota tua, tapi kita sebagai pengunjung juga bisa mengunjungi museum-museum yang ada disana, seperti: Museum Wayang, Museum Fatahilah dan lain lain. Jadi wisata kota tua ini tidak hanya menyuguhkan keindahan suasana kuno pada masa Belanda tapi juga kita bisa belajar, mengetahui dan melihat peninggalan-peninggalan sejarah pada masa itu. Untuk menambah suasana kekunoan menjadi kental, disana juga terdapat penyewaan sepeda plus topi ala Belanda. Ini menjadi salah satu keunikan kota tua, apabila kita mengunjungi kota itu – kita terasa seperti flashback ke masa Belanda. Pengunjung-pengunjung pun tidak dibatasi umur, dari anak-anak sampai orang tua bisa dengan gratis mengunjungi kawasan kota tua ini. Bahkan ada beberapa orang yang menjadikan kota tua sebagai tempat foto pra-wedding untuk pernikahan. Saran: Sebagai tempat wisata yang sarat akan budaya namun tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan dari berbagai aspek. Dari hasil kunjungan saya kesana, memang kota tua terlihat indah dan enak untuk dijadikan tempat foto-foto namun dari semua keindahan kota tua juga masih terdapat sisi-sisi yang kurang. Seperti sampah misalkan, karena banyak pedagang yang menjajakan dagangannya atau para pembeli yang membuang sampah sembarang yang mengakibatkan kota tua agak sedikit kotor dibeberapa sudut. Harusnya ada penanganan khusus dari pihak management kota tua itu sendiri dalam kasus sampah seperti ini. Karena kota tua tidak hanya dikunjungi dari wisatawan lokal tapi juga wisatawan internasional mengunjungi tempat ini. Untuk meninggalkan kesan yang baik dimata pengunjung – sudah sepantasnya pihak pemerintah atau pihak menagment setempat harus memberi perhatian lebih tentang sampah. Label: Kepariwisataan, Tugas Borobudur Temple
11/05/2011 @ 6:19 PM | 0 Comment [s]
Saat ini, Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, Candi Borobudur telah menjadi tempat suci bagi penganut Buddha di Indonesia dan menjadi pusat perayaan tahunan paling penting penganut Buddha yaitu Waisak. Borobudur menjadi salah satu bukti kehebatan dan kecerdasan manusia yang pernah dibuat di Indonesia. Borobudur menjadi obyek wisata dan budaya utama di Indonesia selain Bali dan Jakarta. Menariknya Borobudur yang bukan hanya sebagai objek wisata yang seperti yang dikutip diatas, juga sebagai tempat perayaan bagi umat Budha. Setiap tahun pada bulan purnama penuh pada bulan Mei (atau Juni pada tahun kabisat), umat Buddha di Indonesia memperingati Waisak di Candi Borobudur. Waisak diperingati sebagai hari kelahiran, kematian dan saat ketika Siddharta Gautama memperoleh kebijaksanaan tertinggi dengan menjadi Buddha Shakyamuni. Ketiga peristiwa ini disebut sebagai Trisuci Waisak. Upacara Waisak dipusatkan pada tiga buah candi Buddha dengan berjalan dari Candi Mendut ke Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur. Pada malam Waisak, khususnya saat detik-detik puncak bulan purnama, penganut Buddha berkumpul mengelilingi Borobudur. Pada saat itu, Borobudur dipercayai sebagai tempat berkumpulnya kekuatan supranatural. Menurut kepercayaan, pada saat Waisak, Buddha akan muncul secara kelihatan pada puncak gunung di bagian selatan. Candi Borobudur sendiri terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia. Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur. Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen. ![]() Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO. Sejak saat itu pula candi Borobudur menarik wisatawan untuk datang dan melihat warisan dunia yang penuh dengan kebudayaan dan tempat kerohanian untuk umat Budha. Label: Kepariwisataan, Tugas |
Navigations! Let's Talk! Followers! message?
The Credits! |